Bercerita tentang kesederhanaan hidup

Sabtu, 01 Oktober 2016

Awal Tahun Baru HIjriyah 1438 H

20.55 Posted by Hamzah Ramadhan No comments


    
   Alhamdulillah Allah masih kesempatan buat nulis di blog ini lagi. Udah cukup lama blog ini sepi postingan. Padahal alamat domain udah pake nama sendiri, hehe mubazir jadinya. Paling tidak, aku sudah berusaha buat mempopulerkan nama sendiri di mesin pencarian internet. Lumayan hitung-hitung promosi diri sendiri ke orang banyak. Kali aja ada yang minat kerjasama buat sekedar bikin proyek apa gitu yang bisa bermanfaat. Hehehe..
Bicara soal proyek, aku jadi teringat sebuah proyek di awal tahun 2016 lalu. Proyek untuk membuat sebuah buku yang isinya terdiri dari tulisan beberapa orang sahabatku di sini. Mulanya kami rajin menyetor tulisan setiap bulan via whatsapp, emali, dan fb. Tapi itu hanya berlangsung beberapa bulan saja. Selebihnya kami disibukkan oleh aktivitas dan kegiatan kami masing-masing. Aku sebagai penggerak dari proyek itu merasa gagal karena aku termasuk yang tidak rutin menulis tiap bulan.
Ada saja halangan untuk menulis sesuatu. Padahal inspirasi itu bisa datang tiap saat. Pengalaman yang dilalui setiap hari juga sebenarnya bisa saja menjadi sumber tulisan. Tapi kembali lagi rasa malas menghampiri. Alasannya bermacam-macam. Ketika mendapatkan pengalaman seru di jalan, dan tergambar untuk bagaimana menuliskannya dalam beberapa kalimat, seketika itu pula muncul rasa malas yang terwujud menjadi penguat alasan-alasan yang pada akhirnya bisa menghilangkan niat untuk menulis itu hilang. Misalnya saja seperti ini, ketika di jalan aku melihat kemacetan yang luar biasa panjangnya. Lalu tiba-tiba ada pengendara motor yang seenaknya saja memotong jalur dari arah kiri untuk memutar balik melintasi para pengendara motor dan mobil di sebelah kanannya. Seketika itu pengendara yang lain menarik rem kendaraannya masing-masing, bahkan ada beberapa pengendara motor yang terjatuh akibat ban motornya slip. Jalan makin ramai. Kemacetan makin parah. Kejadian tersebut sudah tergambar dengan jelas di depan mata. Dan sudah aku niatkan untuk menjadi sebuah tulisan. Tapi kemalasan selalu menang. Yah dia selalu berhasil mengalahkanku sejauh ini.
Rasa malas itu adalah penyakit yang mampu menghambat laju perkembanganmu. Jadi jangan biarkan ia berlama-lama menguasaimu. Ketika rasa malas mencoba menggoda di awal, maka kita hadapi dengan semaksimal mungkin agar ia tak menguasai kita sampai akhir. Ketika rasa malas mencoba masuk mencegahmu menyelesaikan apa yang sudah kamu impikan, maka pikirkan alasan kuat yang sudah menyebabkanmu berjuang sampai tahap ini. Eh ternyata ada loh ternyata doa untuk mencegah rasa malas.

اللَّـــهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْحَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ    وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ. 


Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan fitnah hidup dan mati.” (HR. Muslim) .
Tuh coba, apa lagi alasannya yah kalau kita masih aja dikuasai rasa malas sampai akhir. Iya nih aku sok-sok nasehatin segala yah. Padahal yang malas siapa, yang sok bijak siapa. Sekarang udah gak jaman munafik depan orang banyak. Di sosmed mah kita harus apa adanya. Tapi gak kayak ABG labil yang nunjukkin kejelekan depan publik yah. Munafik yang dimaksud bukan berarti harus bangga nunjukkin dosa depan orang banyak. Tapi yah minimal kita sendiri dulu lah yang belajar mengamalkan apa yang kita omongin. Supaya sinkron. Bukan juga munafik seperti film hantu asal negeri Jiran ya. Ada yang udah nonton?
Orang bijak mengatakan kesuksesan itu biasanya diawali dengan kepayahan yang luar biasa. Ada darah dan air mata. Ada pengorbanan yang tidak sedikit. Maka jangan pikir kita bisa berhasil ketika tidak pernah mengawali sesuatu karena dikalahkan oleh rasa malas tadi. Awalan yang baik dalam sebuah olahraga lompat jauh bisa membawa atletnya melayang mencapai titik pendaratan terjauh. Tapi tidak semua awalan yang baik bisa menjadi sebab akhir yang baik pula. Karena dalam prosesnya, titik awal hanya berperan 10-20% saja untuk membantu seseorang meraih akhir yang baik. Selebihnya ditentukan oleh kegigihan, usaha, kerja keras dan keberuntungan.
Ada yang suka menonton balapan Motogp? Saya termasuk salah satu orang yang cukup rajin mengikuti perkembangan olahraga balap motor tersebut. Kita tahu bahwa sang juara tidak selalu memulai balapan dari posisi terdepan. Tapi memang start di posisi terdepan itu adalah sebuah keuntungan tersendiri bagi tiap pembalap. Namun itu bukan menjadi penentu akhir dari sebuah balapan. Beberapa pembalap pernah menjadi juara balapan dengan memulai start di posisi belakang. Mereka menunjukkan bagaimana kerja keras, teknik, dan keberuntungan dalam setiap jalur dan tikungan yang mereka lewati. Penonton terkadang dibuat terpana karena beberapa atraksi mengagumkan dari masing-masing pembalap yang bersaing untuk merebut posisi terdepan.
Memulai setiap pekerjaan ada doanya. Bahkan kita disunnahkan untuk menyebut nama Allah agar keberkahan selalu menyertai kita dalam kondisi apapun. Allah Yang Maha Tahu mengerti bahwa awalan itu sangat penting. Makanya kita dituntun untuk selalu memiliki niat yang baik dalam setiap perbuatan apapun yang kita kerjakan. Karena niat yang baik itu lebih berarti daripada amalannya itu sendiri.
Bisnis yang berhasil adalai bisnis yang dimulai. Karena seseorang tidak akan pernah berhasil hanya karena mempunyai segudang rencana brilian seputar bisnis tapi tidak pernah memulainya. Kalian tentu tahu bagaimana perusahaan Google memulai usahanya? Mereka membangun bisnisnya dari sebuah garasi rumah yang mereka sewa. Sekarang kita lihat sendiri. Berapa aset yang dimiliki oleh Google saat ini.
Andai kalian juga tahu bagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menyebarkan Islam di Mekkah? Keliling dari rumah ke rumah. Hanya dibantu dengan cahaya remang, terkadang bahkan harus berakrab dengan gelap untuk mencegah rasa curiga Abu Jahal dan komplotannya. Maka setiap awalan mempunyai cerita tersendiri untuk hidup dalam kenangan.
Setiap awalan bahagia, maka akan jadi pemicu semangat yang melimpah saat kita mengingatnya. Setiap awalan yang menyedihkan, maka akan menjadi penguat jiwa kita untuk terus bangkit dan mencapai titik tertinggi dalam setiap cita-cita yang ingin kita wujudkan.
Awal tahun hijriyah ini kiranya dapat menjadi sebuah momentum untuk kita melakukan awalan-awalan baik untuk menuju kepada akhir yang baik pula. Jangan takut untuk memulai. Karena setiap niat yang baik, pasti ada bantuan Allah yang mengiringi. Entah dalam wujud apapun bentuknya. Ini sebenanya nasehat buat diri sendiri. Tapi gak apa-apa ya kalo aku posting jadi tulisan di blog ini.



Selamat Tahun Baru Hijriyah 1438 H
Reaksi:

0 komentar: