Bercerita tentang kesederhanaan hidup

Sabtu, 08 Oktober 2016

Menyikapi Berkah atau Musibah

03.49 Posted by Hamzah Ramadhan , No comments
                
            Sekarang dunia sosmed kita sedang dihangatkan seputar berita kontroversi bahwa gubernur ibukota yang notabene memiliki keyakinan di luar Islam, tapi menyebutkan sebuah surat dan ayat AlQuran dalam sebuah pernyataannya kepada rakyat yang dipimpinnya sendiri. Anda pasti tahu sendiri surat dan ayat berapa.
Surat Al-Maidah ayat 51 yang disebutkan oleh pak gubernur memang tidak dibacakan isi beserta ayatnya. Tidak pula dibedah kajian perhurufnya berdasar ilmu nahwu untuk mencari kesalahannya. Juga tidak dibedah secara asbabun nuzul (sebab turun :red) surat tersebut. Beliau hanya mengomentari sikap orang muslim yang menggunakan dalil tersebut sebagai alasan untuk tidak memilih dia kembali jadi gubernur.
Sikap dan pernyataan yang keluar dari mulut seorang gubernur itu memang secara sepintas tidak ada yang salah. Toh dalam video yang menampilkan cuplikan peristiwa kontroversi tersebut, acara masih berlangsung tertib sampai akhir. Tidak ada satupun masyarakat yang terganggu dengan pernyataan dari gubernur seputar ayat tadi. Entah karena mereka tidak dengar, atau mungkin ada yang menolak dalam hati namun tak berani disampaikan.
Pernyataan tersebut seperti yang kita rasakan saat ini sudah sangat meluas efeknya. Rasa sakitnya juga terasa di hati kita masing-masing. Kalau anda muslim, dan anda tidak merasakan sakit hati atas pernyataan tersebut, maka silakan periksa kembali hati anda. Seberapa jauh interaksi anda dengan AlQuran.
Sebagai warga dunia maya, saya juga ingin menyampaikan pendapat yang terlintas di kepala, terasa di hati, dan membuat jemari ini gatal untuk menyampaikannya lewat dunia maya pula. Bukan caci maki yang ingin saya sampaikan di sini. Karena sudah banyak yang mewakili, sudah banyak yang tersulut emosinya. Saya ingin mencoba menyampaikan peristiwa kontroversi tersebut dari kacamata saya pribadi.
Peristiwa yang terjadi di kepulauan seribu oleh gubernur ibukota ini semuanya sudah diatur sedemikian rapi oleh Allah. Kenapa saya berkata demikian. Karena Allah ingin manusia yang mengaku beriman untuk lebih banyak belajar alquran. Allah ingin menunjukkan bahwa alquran sudah memperingatkan kita di surat Al Maidah ayat 51 ini. Tapi kita lupa. Kita belum tersadar. Dan masih ada sekitar 8 ayat lain yang kurang lebih isinya mirip. Kalau saja Allah menakdirkan gubernur tersebut menyebutkan 8 ayat lain beserta suratnya. Maka insya Allah akan lebih heboh dan rame. 
AlQuran adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad. Ingin tahu kenapa alasannya? Karena kandungan alquran berisi solusi bagi semua permasalahan manusia. Jadi semakin dilawan, orang akan semakin penasaran. Kalau makin penasaran. Maka akan semakin dikaji, diteliti dan diperdalam. Maka jangan salahkan kami, kalau banyak ilmuwan yang justru pada awalnya benci dengan Islam, kemudian masuk islam dengan kesadaran mereka sendiri karena meneliti keajaiban yang terkandung dalam alquran. Gubernur DKI mulai gerah dengan efek keajaiban AlQuran ini. Maka dengan kepanikannya sendiri, ia secara tidak langsung telah membuka wawasan umat Islam tentang ayat yang diungkapkannya tempo hari.
Kalau kita berpikir jernih, sebenarnya kita mendapat keuntungan dari peristiwa kontroversi tersebut. Surat Al Maidah tiba-tiba menjadi viral di internet. 
Saya melakukan sebuah percobaan. Dalam kondisi browser yang benar-benar bersih, saya mengetik al di Google, maka surat almaidah ayat 51 menjadi salah satu hal yang tampil di sana. Bersaing dengan nama alan walker di posisi pertama. Saya tidak tahu di browser kalian seperti apa. Tapi setidaknya saya sudah melakukan hal tersebut di dua browser yaitu Chrome dan Firefox. Dan hasilnya tetap sama. Hal ini bukan terjadi secara kebetulan. Sudah ada yang mengatur peristiwa ini dengan sedemikian rapi nya. Allah ingin kita belajar. Membuka kembali kitab tafsir. Mencari ayat lain yang berkaitan dengan surat Al Maidah ayat 51. Allah ingin membuka wawasan kita dengan peristiwa kontroversi ini.
Berkah atau musibah, semuanya anda sendiri yang menilai. Tapi tetap saja selalu ada hikmah di balik setiap kejadian yang terjadi. Maka sebagai manusia yang mengaku beriman kepada Allah, kita juga harusnya tahu bahwa Allah juga mengingatkan kita dalam Surat An-Nahl ayat 125
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S An-Nahl 125)
Kita pasti kecewa. Emosi kita juga pastinya tersulut. Karena ini bukan lagi hal yang bisa kita toleransi. Kesalahan ini sudah menyangkut prinsip hidup kita, akidah kita, keyakinan kita. Lalu apa respon terbaik yang bisa kita lakukan?
Nabi Musa ‘alaihi salam memberikan contoh bagaimana bersikap menghadapi penguasa yang zalim. Nabi Musa tidak pernah mengeluarkan sumpah serapah yang menghina seorang penguasa yang mengaku dirinya Tuhan. Bahkan Nabi Musa diajarkan oleh Allah untuk senantiasa berkata lemah lembut kepada Fir’aun seperti yang tertulis dalam alquran surat Thaha ayat 42 sampai 44.

ٱذۡهَبۡ أَنتَ وَأَخُوكَ بِ‍َٔايَٰتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكۡرِي ٤٢  ٱذۡهَبَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ٤٣ 

فَقُولَا لَهُۥ قَوۡلٗا لَّيِّنٗا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوۡ يَخۡشَىٰ ٤٤
“Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku. Pergilah kamu berdua kepada Fir´aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut" (QS. Thaha: 42-44)
Sumpah serapah yang kita ucapkan karena emosi sesaat tidak akan pernah membawa manfaat. Tidak ada caci maki yang menghadirkan solusi. Yang ada justru menyulut api emosi di kubu yang lainnya. Cukuplah kita emosi karena melihat kasus sidang kopi di tivi tanpa harus kita tambah dengan kelakuan gubernur DKI yang satu ini. Tak usah kita keluarkan semua yang ada di kepala. Apalagi yang ada di taman safari. Karena ini dunia maya. Bukan kebun binatang. Jadi ketika ingin berpendapat, berpendapatlah yang cerdas. Layaknya Nabi Ibrahim yang membuat Raja Namrud malu dan terdiam ketika bingung menjawab pertanyaannya di hadapan sebuah patung besar terkalungkan kapak dikelilingi serpihan puing patung-patung kecil di sekitarnya.
Lebih baik banyak bekerja daripada mengomentari. Karena kerja nyata akan mengubur komentar negatif dengan sendirinya. Lebih baik mempersiapkan diri bertarung daripada harus lari menyelamatkan diri ke atas gunung. Pertarungan era demokrasi adalah perang nyata lewat opini. Semakin cerdas anda mengeluarkan opini. Semakin kecil pula harapan DKI memiliki gubernur yang sama untuk kedua kali.


Reaksi:

0 komentar: