Bercerita tentang kesederhanaan hidup

Rabu, 11 Januari 2017

Informasi

09.41 Posted by Hamzah Ramadhan , No comments
Alhamdulillah akhirnya blog ini ada isinya juga. Sudah beberapa bulan blog ini sepi postingan. Harap maklum saja. Yang punya blog ini orang yang bisa dibilang malas. Tugas kuliah kebiasaan dibiarkan menumpuk hingga deadline terakhir. Alasannya biar inspirasi masuk di saat paling terdesak. Untung saja tempat kerja masih memberikan kesempatan orang seperti saya untuk diberdayakan waktu dan tenaganya. Itu semua kita kembalikan kepada si takdir yang sudah diatur yang punya skenario hidup kamu, saya, dan kita semua.
Kalau ada yang bilang saya ini penulis, coba ajak dia untuk jalan-jalan ke toko buku di kota mana pun anda berada. Anda tidak akan pernah sekalipun menemukan buku yang menuliskan nama saya sebagai penulisnya. Jadi jangan sebut saya penulis. Sebut saja saya curhater online. Saya adalah pemerhati sosial. Dan selalu memiliki kegelisahan yang timbul apabila ada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kepribadian yang saya pelajari. Maka blog inilah sebagai wadah yang paling pas untuk mencurahkan isi kegelisahan itu agar para pembacanya mengerti bagaimana kegelisahan yang saya rasakan. Siapa tahu ada yang mengalami kegelisahan yang sama. Dan butuh kawan curhat dan berbagi. Hehe bukan promosi ya.
Beberapa bulan kemarin, saya disibukkan dengan banyaknya tugas proyek pembuatan aplikasi sederhana yang berkaitan dengan sistem informasi. Banyaknya proyek yang dikerjakan, membuat saya mau tidak mau harus mencari beberapa informasi dan referensi yang berkaitan dengan jurusan yang sedang saya ambil di tempat kuliah. Sekedar info, saya masih tercatat sebagai mahasiswa strata satu jurusan Sistem Informasi di sebuah kampus dengan sertifikasi TUV Nord di kota pempek. Tolong jangan tanyakan berapa umur saya sekarang.
Ada hal yang menarik di jurusan yang saya ambil sekarang. Setelah sekian lama kuliah, saya akhirnya mengetahui betapa jurusan ini begitu penting dan dibutuhkan bagi saya yang selama ini selalu gelisah terhadap informasi yang begitu liar di sosial media.
Jurusan sistem informasi ini adalah jurusan yang merekayasa sebuah informasi yang perlu untuk ditampilkan dan digunakan untuk kepentingan bersama. Tolong ya kutipan pengertian sistem informasi tadi jangan dijadikan salah satu rujukan bagi tugas ataupun makalah yang anda tulis. Menurut saya pribadi, sebuah informasi itu membutuhkan pengolahan terlebih dahulu. Karena tidak semua informasi yang didapatkan layak untuk dibagikan dan disebarluaskan kepada semua orang.
Maka jurusan sistem informasi inilah yang bertugas merekayasa bagaimana informasi tersebut tampil sesuai dengan yang dibutuhkan penggunanya. Baik itu dengan bantuan perangkat lunak, ataupun hanya sekedar bantuan rangkaian prosedur untuk memilih dan menyeleksi informasi apa saja yang diinginkan penggunanya untuk ditampilkan.
Sederhananya begini. Anda pasti pernah membuka situs belanja online di smartphone atau di laptop anda. Sistem informasi yang berada di situs tersebut akan merekomendasikan beberapa barang yang mirip dengan merek dan harga berbeda sesuai dengan riwayat pencarian barang yang anda lakukan. Misalnya saya sering mencari barang di kategori handphone, maka situs belanja online yang memiliki sistem informasi yang baik akan memberikan saran jenis handphone lain dengan merek dan harga yang beragam ketika kita membuka situs belanja online tersebut.
Contoh lain di situs berita online. Setelah anda selesai membaca berita online dengan tema olahraga, maka biasanya di bawah artikel tersebut diberikan beberapa judul yang berkaitan dengan tema yang serupa. Itu merupakan contoh sistem informasi yang ada di beberapa situs yang mungkin pernah saya dan anda kunjungi.
Masih banyak lagi contoh sistem informasi yang bekerja di situs-situs yang biasa kita kunjungi. Baik itu jejaring sosial, maupun situs berita online. Itu semua disusun sedemikian menggunakan kodingan logika yang tidak sedikit. Saya berkata demikian karena sudah mencoba untuk membuatnya, dan belum berhasil. Hehe
Kemudian saya menjadi miris ketika banyak orang dengan enaknya membagikan berbagai informasi di sosial media tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya dampak yang ditimbulkan dari informasi tersebut. Padahal tubuh kita adalah satu sistem maha sempurna yang pernah diciptakan. Sayangnya kebanyakan dari kita masih belum bisa menyinkronkan itu semua. Antara jempol, akal, dan hati belum terjalin kerja sama yang padu.
Itu baru satu kasus. Belum lagi kalau kita mempunyai beberapa grup di media chatting seperti BBM, Telegram, Line, Whatsapp, dan lain sebagainya. Kita selalu disuguhkan dengan informasi dengan sumber yang sama Dari Grup Sebelah. Harusnya para sineas kita juga membuat film yang serupa dengan Cek Toko Sebelah dengan Judul Dari Grup Sebelah. Isinya membahas kelakuan para oknum anggota grup yang ingin terlihat lebih pintar hanya dengan membagikan beberapa informasi tanpa memikirkan kebutuhan informasi bagi para pembaca dari grup sebelah dan sebelahnya.
Kemudian biar postingan ini dikasih berkah, kita kutip sebuah hadits yang kasih peringatan kita buat menginstal sistem informasi di seluruh indera tubuh kita.

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar.” (HR. Muslim no. 5).
Karena bagaimanapun juga kita hidup bermasyarakat, berdampingan dengan orang lain. Dan tidak semua orang yang hidup berinteraksi dengan kita nyaman dengan informasi yang kita sampaikan. Kalau memang isinya tepercaya dan berupa kebenaran, kita tidak melakukan kesalahan dalam penyampaiannya. Namun apabila yang terjadi adalah sebaliknya. Informasi yang disampaikan tidak jelas, terus juga malah menimbulkan multi tafsir dan masalah baru, lebih baik kita tunda dulu sampai kebenaran informasinya jelas dan layak untuk kita bagikan kepada rekan kita di sosial media, di grup sebelah dan sebelahnya.
Dan kudu hati-hati juga nih. Sekarang rezim pemerintah kita udah makin mirip zaman dulu. Yang main tangkap orang-orang yang sembarangan berpendapat. Apalagi menyinggung pemerintah. Kita main cerdas saja ya. Kecewa boleh, marah boleh, tapi cara penyampaiannya itu yang kita atur. Kita benerin susunan kalimatnya. Kali aja kita diundang jadi bintang tamu di Hitam Putih atau di Ini Talkshow gara-gara postingan inspiratif kita.
Oh iya semoga kita juga dijauhkan dari niat kita membagikan informasi tersebut hanya sekedar mencari Iike dan pujian semata dari kawan dunia maya. Jangan tertipu saudara-saudara. Karena tak semuanya yang kasih jempol itu baca postingan kita. Bisa jadi mereka cuma secret admirer yang udah 5 tahun gak ketemu. Bisa jadi kasian liat foto profil kita. Bisa jadi salah sentuh, karena jempolnya lebih besar dari layar smartphonenya. Segala kemungkinan terburuk kita harus pikirkan masak-masak. Jangan cepat bahagia karena jempol di postingan anda.
Terakhir saya hanya ingin menambahkan bahwa idola saya nabi Muhammad SAW, orang yang tidak pernah kuliah di jurusan sistem informasi, tidak bisa membaca dan menulis, namun beliau sudah memberikan peringatan di masa hidupnya. Begini isinya : “Andaikan kalian tahu apa yang aku ketahui tentu kalian akan kurang bisa tertawa, banyak menangis, keluar menuju berbagai jalan (untuk mencari perlindungan kepada Allah) dan tidak akan tenang di atas tempat tidur”. (HR. Bukhari, al-Hakim dan ath-Thabrani).
Nabi Muhammad itu diberikan kelebihan untuk mendapatkan segala macam informasi langsung dari langit melalui malaikat Jibril. Dan kita tidak pernah tahu informasi apa saja yang diterimanya kecuali apa yang disampaikannya kepada kita melalui para sahabat-sahabatnya. Pastinya lebih banyak lagi informasi yang didapatkan oleh idola saya tersebut. Tapi, apa yang dilakukan sang nabi? Dia hanya menyampaikan semua yang Allah perintahkan. Tidak ada yang dilebihkan dan dikurangi. Lah kita? Berapa banyak sih yang kita tahu. Waduh malu sendiri jadinya saya. Mohon maaf nih kalau selama ini saya suka membagikan informasi hanya mencari like, hanya minta pujian, dan sumber informasinya juga belum jelas..
Curhatan mahasiswa sistem informasi yang miris melihat informasi yang berseliweran dam negeri.

Reaksi:

0 komentar: