Bercerita tentang kesederhanaan hidup

Kamis, 23 Maret 2017

Pemimpin Yang Baik Itu

20.34 Posted by Hamzah Ramadhan No comments
sumber : https://www.fotolia.com/p/205842197
Saya teringat sebuah adegan saat kapten Luffy mendengarkan nasihat yang diberikan oleh Nami sebagai navigator tentang cuaca yang akan dilalui kapalnya. Kemudian Luffy menanyakan kepada Franky bagaimana kondisi kapal beserta bahan bakarnya. Kemudian saat mereka sedang berdiskusi menentukan arah kapal, Sanji datang membawa makanan kesukaan mereka semua. Sementara itu Zoro sedang berada di ruang perawatan bersama Chopper yang sedang memeriksanya. Adegan tersebut saya temukan di film anime karya Eichiro Oda berjudul One Piece yang saat ini sudah mencapai lebih dari 800 chapter edisi manga online.
Saya kagum dengan Luffy. Dia adalah pemakan buat gomu-gomu yang menyebabkan badannya lentur seperti karet. Sifatnya masih kekanak-kanakan. Karena Luffy terlihat sering melakukan hal-hal konyol bersama teman-temannya terutama Usopp dan Chopper. Tapi Luffy tetaplah Luffy. Dia adalah kapten kapal yang bertanggung jawab. Jika ada satu anggota timnya sedang mengalami kesusahan, maka dia tidak akan pernah sekali melanjutkan perjalanan kecuali masalah yang dialami anggota timnya tersebut selesai. Luffy bahkan rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan anggota timnya dari musuh-musuh yang ditemuinya.
Lain dari Luffy, kekaguman saya juga tertuju kepada sosok Nick Fury. Tokoh komik dengan ciri khas penutup mata ala bajak laut ini berhasil mengumpulkan sejumlah tim dengan kekuatan luar biasa. Padahal Nick Fury hanya manusia biasa yang melihat hanya dengan satu mata. Kemampuan manajerialnya patut dicontoh dan dipelajari, karena dia berhasil menjinakkan monster bernama Hulk, dewa bernama Thor, hartawan yang cerdas seperti Iron Man, orang biasa yang dibuat dengan injeksi kekuatan super hingga jadilah dia Kapten Amerika. Belum ditambah beberapa orang teman-temannya.
Nick Fury dalam cerita komik yang diterbitkan oleh Marvel memang hanya bertugas di belakang layar. Dia jarang terjun langsung ke lapangan untuk membasmi musuh-musuh yang mengacau di bumi. Karena memang dia tidak memiliki kekuatan istimewa seperti Hulk dan yang lainnya. Tapi Fury dengan tenangnya bisa mengondisikan dan membagi tugas para super hero dalam menjalankan misi melawan musuh-musuh yang berdatangan mengancam kelangsungan bumi. Kombinasi yang unik dari berbagai super hero dengan kekuatan yang berbeda ini melahirkan sebuah super tim yang hebat diberi nama Avenger. Dan asal kalian tahu saja, franchise film yang diadaptasi langsung dari komik Marvel ini begitu banyak menarik animo pencinta film di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Luffy adalah manusia karet yang tak memiliki kemampuan manajerial yang baik. Karena dalam beberapa episode, Luffy selalu dimarahi oleh Nami dan Sanji karena modalnya sebagai kapten kapal hanya semangat persahabatan untuk bersama mengarungi samudera. Tapi justru karena semangat itulah dia mampu mengalahkan siapapun yang ada di lautan. Sedangkan Nick Fury adalah tokoh fiksi dengan kemampuan sederhana yang memiliki kecakapan dalam mengatur dan memimpin kumpulan manusia super dalam sebuah tim yang luar biasa. Kemampuannya inilah yang membuat Kapten Amerika mengikuti semua sarannya. Kemampuan ini juga yang membuat Tony Stark yang sombong mau mendengar instruksi dan arahan seorang Fury.
Untuk menjadi seorang pemimpin, kita harus memiliki kecakapan seorang Fury yang mampu mengatur orang-orang hebat untuk membantu kita mencapai misi yang ingin kita wujudkan. Atau ketika kita tak mampu menjadi sehebat Fury, mari kita berusaha bertanggung jawab seperti Luffy yang tak pernah sekalipun meninggalkan teman seperjuangannya demi tujuan diri sendiri. Pemimpin yang baik adalah mampu menularkan semangat bukan malah berkhianat, pemimpin yang baik itu menginspirasi bukan egois mikirin diri sendiri. Pemimpin yang baik itu bukan yang sering selfie, apalagi bikin vlog pribadi sementara pendemo yang jalan kaki tak pernah ditemui dengan alasan meninjau proyek dalam negeri yang molor tak selesai.
Reaksi:

0 komentar: